First Impression in Europe!

Juli 20, 2018

Gimana rasanya saat impian menjadi kenyataaan ?
Bahagia ? terharu? Melompat kegirangan atau menangis ?
Flashback 2012, Alhamdulillah untuk pertama kalinya traveling ke Eropa, dan Alhamdulillah gratis! dapat dari hadiah menang lomba foto & nulis blog tentang novel 99 Cahaya di Langit Eropa (mungkin sudah tahu yaa). Ke Eropa ini, impian saya sejak masih masih SMP. Selalu terbayang someday bisa  ke Eropa...

Then...  when the dream came true, what did I feel the most ?
long story-short, Setelah perjalanan panjang dari Jakarta ke Qatar 8 jam, Transit 4 jam dalam Airport di Qatar dan lanjut penerbangan lagi  4 jam akhirnya sampailah di Attaturk International Airport, Istanbul, Turki. Setelah ambil bagasi dan menunggu jemputan, waktu itu di jemput salah satu mahasiswi Indonesia yang lagi kuliah di Turki, namanya Sulih.

Sebelum keluar bandara, sempat tanya ke Sulih, kita ke Flat (apartemen) naik apa ?, nanti kita naik metro (kereta) dulu, terus lanjut Tramvay dan bus , jawab Sulih. terus saya tanya lagi,  "Kalau naik Taxi gimana ?" , Sulih “ ga bisa kak, mahal banget kalau naik Taxi, bisa bayar duajuta”, seriusss ?? sambil memandang  koper 25kg yang penuh dibawa dari Indo...

waktu itu keluar bandara naik metro menuju ke salah satu stasiun Tramvay (macam Transjakarta).  Keluar dari metro kami melewati jembatan menuju ke Metro dan saat itu pertama kalinya saya menghirup udara di Eropa. siang hari, stasiun cukup rame dengan orang orang yang berwajah bule ke arab arab-an, tinggi dan ganteng/cantik. seperti inilah view pertama yang kuliat sesampai di Istanbul.



di atas jembatan ini, masih teringat, saya sempat terdiam dan membatin “serius ini naik transportasi umum dari bandara? Nda bisa naik taxi ? atau ada yang jemput? “sambil melihat iri mobil mobil yang lewat di bawah jembatan. And seriously seketika pengen pulang, pengen nangis, membayangkan angkat koper turun tangga, apalagi pas di Tramvay berdiri dan berdesakan dengan orang asing karena bertepatan dengan rush hour.

ternyata itulah Culture shock! Trip ke Eropa ini memang pertama kalinya saya perjalanan jauh tanpa orang tua atau bareng rombongan study tour, waktu itu cuman sama tante yang umurnya beda setahun ke tempat yang benar baru dan jaauuuuh banget. Apalagi transportasi dari bandara sangat membuat shock dimana di Indo selalu dimanja dengan jemputan atau taxi (itulah kenapa langsung mau pulang, haha).

sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan, akhirnya tiba juga di Flat yang letaknya di Istanbul benua Asia (from Europe back to Asia again). Masha Allah di sambut sangat ramah sama teman mahasisiwi Indonesia di Istanbul dan disajikan makan siang, ayam goreng + nasi putih , masakannya tari, jus orange dan kue Eclairs yang enaaak banget. Suasana sekitar flatnya benar terasa lagi diluar negeri banget, seketika jadi nyaman dan rasa ingin pulangpun sirna.

Keesokan harinya, saya jadi belajar naik transportasi umum di Istanbul, Istanbul ini negara yang terletak di 2 benua, Asia dan Eropa, karena flat tempat menginap letaknya di Asia dan tempat wisata rata rata adanya di Istanbul bagian Eropa, jadilah setiap hari bolak balik Asia – Eropa naik 3 jenis transportasi, bus, ferry (menyebrangi selat bosphorus) dan Tram.  Berhari hari naik transportasi umum di sana , jadi makin terbiasa dan suka, apalagi jadwalnya yang selalu tepat waktu, yang kurang menyenangkan hanya kalau pas Rush hour harus berdesak desakan di Tram, tapi seru juga sih...

Sampai akhirnya pas mau balik ke Jakarta, sudah enjoy naik turun bus ke Airport, angkut koper naik turun tangga pun sudah enjoy, soalnya pasti dapat bantuan  sama orang Turki yang lagi berpapasan, cowok maupun cewek.
 
foto sebelum pulang di stasiun metro pertama ku pas tiba di istanbul, Like i wanna say “yeayh,  I did it!
Perjalanan ini, bisa dibilang awal mula saya berani untuk ngebolang di luar negeri naik transportasi umum. Karena sebelumnya kalau liburan pasti jalan sama orang tua, yang seringnya naik taxi atau kendaraan pribadi atau naik bus sama rombongan study tour hehe. (sebenarnya saya termasuk orang yang susah dapat izin liburan karena memang orang tua lebih senang tinggal di rumah dan sangat khawatir kalau anaknya pergi jauh yang akhirnya membuat saya tumbuh jadi cukup insecure untuk berpergian -dulu!)

Jadi pas ngerti cara baca peta dan berani naik transportasi  umum di Istanbul, saya pikir kalau di Istanbul yang ribet bolak balik Asia – Eropa saja bisa, pasti di negara lain juga saya bisa. Alhamdulillah it works, setelah balik dari Istanbul sampai sekarang kemana mana liburan dalam maupun keluar negeri selalu “jalan sendiri” (maksudnya tanpa ikut tour) perginya tetap rame rame sama travelmate, semoga trip selanjutnya pun bisa tetap jalan jalan tanpa tour dan dilancarkan. Amiin

I always grateful for this journey, I really out of my comfort zone, jadi lebih berani dan percaya diri untuk traveling ke tempat baru. jadi punya banyak pengalaman perjalanan seru, yang nantinya akan saya ceritakan juga di di blog ini. 

11 komentar:

  1. Alhamdulillah kak bisa jadi semandiri sekarang dan bisa jalan-jalan bareng travelmatenya 😊

    BalasHapus
  2. habis dari istanbul mau kemana lagi kita kakak... what's next?? hahahah

    BalasHapus
  3. waaaaah Eropa! Mauuu bangeeet amin amin.Nih tulisannya dikit banget sih kak, masih mau bacaa

    BalasHapus
  4. Wow, menjejakkan kaki ke Eeropa ajha udah bagus banget tuh,,Ternyata ngebolang naik transpotasi umum di sana bagus juga yah..

    BalasHapus
  5. Saya pun pernah ke Eropa, tapi lewatin Turki, hehe.. Waktu itu cuman transit di airport sebentar lalu lanjut ke Berlin.

    Semoga next time saya bisa keliling Turki juga. Aamiiin...

    BalasHapus
  6. mencoba hal baru memang terkadang membuat tidak nyaman. tapi pas sudah dapat sisi bagusnya semuanya akan terasa menyenangkan

    BalasHapus
  7. Keren banget udah bisa travelling mandiri seperti itu. Kaget liat biaya tranport disana kalau naik taksi, 2 jutaan cuman naik taksi? Omhaigad!

    BalasHapus
  8. Wih, Turki. Saksi kemaharaajaan pemerintahan Islam terakhir. Kebayang situs sejarahnya melimpah. Semoga bisa Anda pergi lebih jauh lagi.

    BalasHapus
  9. Deeh...naik taksi dua jutaa? Tapi kalau di sana transportasi publiknya nyaman sih ya? Coba di sini suruh naik angkot bawa2 koper, bisa nangis, hahaha.

    BalasHapus
  10. Waahh... seru sekali cerita perjalanannya. Sukses ya untuk trip selanjutnya oh ya kabar2 ya klo mau trip, kali aja bisa barengan

    BalasHapus
  11. menyenangkan sekali kak bisa jalan2 ke Eropa dan merasakan banyak pengalaman menarik di sana.. ayo kak dilanjutkan lagi cerita serunya :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.