Uji Nyali ditengah Keindahan BROMO

Setelah terpukau dengan pemandangan matahari terbit di bukit penanjakan 1, Tour BROMO kami yang sebenarnya baru akan dimulai !. Melihat langsung tiga panorama alam di kawasan Bromo. waktu itu, Saya dan Taya duduk di depan mobil pick up yang membawa kami menuju ke Kawah Bromo, perjalanan yang kurang lebih satu jam dengan kondisi jalan yang menanjak, menurun, berkelok bagai meninabobokan kami berdua yang lelah menahan rasa kantuk dari sebelum subuh, tertidur walau terguncang guncang (sepertinya ini skill bawaan dari SMP, sleep anywhere) dan terbangun saat telah tiba di rest area/parkiran Kawah Bromo.

Pak sopir menyarankan kami mengunjungi Savana dulu, kemudian Pasir Berbisik dan terakhir naik ke Kawah Bromo. Membayangkan kalau nanti akan “mendaki” membuat kami berempat excited!!!, “kalau bisa sampe di puncak Kawah Bromo, bolehlah nanti coba mendaki Semeru!.
enjoy SAVANA
Tiba di SAVANA, kami buru buru turun dari mobil lengkap dengan pakaian hangat, walaupun matahari sudah cukup terik tapi masih terasa sangaat dingin. Luasnya hamparan padang rumput hijau dikelilingi pegunungan tinggi bejejer sepanjang kiloan meter di depan kami rasanya seperti menghapus semua penderitaan selama perjalanan dengan mobil pick up, apalagi Oshyn, Lea dan teman teman yang duduk di bak belakang mobil, guncangan dan dinginnya lebih luar biasa. Pesona Savana atau bukit Teletubbies ini menyadarkan kalau alam Indonesia memang Indah bangeeet, Masha Allah. Menikmati keindahan Savana tidak butuh banyak tenaga, satu satunya yang membuat lelah di Savana hanyalah lelah karna berfoto. Yup, hampir setiap sisinya sangat Instagramble.

Dari pemandangan yang hijau subur, kami lanjut menuju gurun pasir tandus yang letaknya tidak jauh dari Savana, PASIR BERBISIK. Saya lupa cerita kejadian gurun pasir ini, hanya sangat menakjubkan karena tempat yang sangaat subur dan sangaat tandus ada dalam satu kawasan, Masha Allah. berkunjung di BROMO memang akan sering membuat kita mengingat keagungan ALLAH SWT. sampai di kaki gurun pasir yang luas  kami semua berlari menaiki gurun seperti anak kecil yang ingin main pasir pasiran, selain berfoto, teman teman trip yang lain, sampe ada yang sempat main prosotan di pasir  ini, pokoknya banyak hal seru yang bisa kalian lakukan di gurun pasir berbisik. Oh ya gurun pasir yang membentuk seperti gunung tumpukan pasir ini mengingatkan dengan medan puncak Mahameru yang berupa pasir dan bebatuan,  yang kata orang, kalau mendaki 5 langkah akan terpeleset turun 3 langkah.  Karena itu kami berempat mencoba “uji skill” lagi,  kami memilih naik ke puncak gurun pasir yang tinggi untuk berfoto di saat kebanyakan orang lain hanya sekedar foto berlatar gurun pasir dari bawah. Yaa memang ketinggian gunung pasirnya tidak seberapa, tapi untuk sampai ke puncaknya euforia ups & down nya sangat terasa, saat kami melangkah naik saat itu juga langkah kami turun kembali.
uji skill di Pasir Berbisik | dulu klo traveling paling suka pake sendal jepit sampai ke Bromo yang dingin banget pake sendal jepit, kecuali Oshyn hehe.
Setelah puas berfoto di Savana dan Pasir Berbisik, yang sesi fotonya terdiri dari foto berempat, foto grup dan foto sendiri sendiri. Akhirnya pak sopir membawa kami kembali ke parkiran Kawah Bromo. kali ini kami harus menaklukkan The real challenge of BROMO, mendaki KAWAH GUNUNG BROMO yang masih aktif diketinggian 2.329 mdpl. Sebenarnya tidak ada keharusan untuk naik ke kawah Bromo, cuman selain kapan lagi bisa main ke Bromo dan kebetulan kami berempat tiba tiba berhasrat ingin mendaki Semeru, jadi naik ke Kawah Bromo ini bagai sebuah tes ketahanan fisik untuk meyakinkan diri kalau kami bisa kok mendaki ! ( padahal sebenarnya Bromo dan Semeru tidak bisa disamakan :D, maklum awam ).

Sebelum mulai naik ke Kawah Bromo, kami harus berjalan kaki sekitar 3 KM dari parkiran menuju ke kaki gunung. alternatif lainnya kami bisa naik kuda yang banyak disewakan di sepanjang jalan tapi berhubung budget kami waktu itu pas pas-an, masih merasa sok muda juga dan apalagi kami berempat ingin membuktikan ‘seberapa kuat fisik kami, apa hanya bisa jalan sampai kaki gunung, atau tetap kuat untuk jalan, mendaki dan kembali ke mobil ?”, jadilah kami dan teman grup yang lain tetap berjalan kaki. Karena jalannya rame rame dan sesekali kami singgah berfoto di spot yang bagus, akhirnya kami sampai di kaki gunung dengan perasaan cukup lelah tapi penuh semangat. 

Enaknya di Bromo karena naik ke puncaknya sudah dibangunkan tangga yang permanen, jadi wisatawan bisa tetap mendaki dengan cantik, seperti kami yang naik ke puncak dengan memakai jeans dan sendal jepit (sama sekali bukan gaya pendaki, karena saat mendaki sebaiknya pakai celana kain dan sepatu). sebelum mulai naik ke atas, kami istirahat duduk sebentar sambil minum air yang dibeli dari penjual yang tinggal disana. Setelah mengatur napas dan tenaga, satu persatu dari kami kembali berjalan. Dari kaki gunung bromo ini, kami mulai sedikit mendaki hingga ke anak tangga pertama.  Walaupun ke puncak kawah bromo hanya dengan menaiki tangga, tentu saja menguras banyak tenaga  karena kami harus menaiki sekitar 250 anak tangga yang curam sambil berhati hati agar tidak terpleset. Anak tangga menuju puncak ini terbagi dua, jalur naik dan jalur turun, jadi para wisatawan tidak saling bertabrakan. 

Saya, Taya, Lea dan Oshin berjalan sendiri sendiri menaiki anak tangga, Selangkah demi selangkah dan kadang berhenti atur nafas sambil saling melihat satu sama lain untuk memastikan semuanya baik baik saja. Menaiki anak tangga ini kami tidak banyak cerita lagi dan hanya fokus dengan anak tangga di depan kami tanpa melihat ke atas agar tidak mudah lelah. Alhamdulillah finally we did it!. Di atas kami melihat langsung kawah Gunung Bromo yang masih aktif dengan semburan asapnya.

Wajah tak karuan dengan Latar Kawah Bromo
Setelah misi berhasil, sekitar pukul 11 pagi, kami kembali menuju ke parkiran wonokitri dan berganti mobil BMA yang akan membawa kami pulang ke Pare, tapi waktu itu kami berempat tidak ikut pulang karena mau liburan sehari lagi di Malang. 

Alhamdulillah, Ternyata trip BROMO kami dengan budget kaki lima ini, kualitasnya rasa bintang lima deh. yang kurang mungkin hanya karena kami harus naik mobil pick up, tapi kami sangaat puas menikmati keseluruhan tempat/pemandangan di Bromo yang indahnya tak lekang oleh waktu, wisata ke Bromo ini recommend bagi yang ingin menikmati indahnya alam pegunungan tanpa harus repot mendaki dan menginap di gunung.  Bersyukurnya lagi karena teman teman di tour ini semuanya baik baik dan seru, apalagi pas di atas kawah Bromo, saking awamnya mendaki, kami berempat naik tanpa bawa bekal ataupun air minum, dan untungnya mereka (para lelaki) punya banyak persediaan air yang akhirnya dibagi ke Saya, Taya, Oshin dan Lea, bahkan merekapun bawa nasi bungkus untuk makan pas sampai puncak.

dan... yang tak kan terlupakan dari perjalanan ini, karna jadi awal munculnya sebuah mimpi yang juga akhirnya sekaligus meyakinkan kami untuk selanjutnya melihat langsung keindahan gunung Semeru dan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, MAHAMERU.

Teman Tour BROMO kami yang ternyata sebagian besar dari Makassar juga

Bersambung...

24 komentar:

  1. dari dulu sampe skrng klo kmn2 pake sendal jepit adalah yg palinggggg nyamann dan tdk gampang pegel hahaha

    BalasHapus
  2. Kayak seru. .Apalagi dgn budget kaki lima ,kualiatas serasa bintang lima. .pengen ke sini juga nih,, #someday. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga segera terceklis jalan jalan ke Bromo dengan rasa rasa bintang 5 kak 😊

      Hapus
  3. sumpah kak kuacungkanki 2 jempol tanganku. hebat sekali wanita yang travelingnya kayak kita. kutak sanggup sepertita. Takutttka dan ndk pernahka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah...
      setiap orang punya cerita perjalanannya sendiri. Insha Allah nanti andindah cerita travelingnya yang asik asik sama pasangan :)

      Hapus
  4. Wisata ke Bromo memang perlu persipan fisik yaa. Tapi sebanding koq pemandangan dan oengalaman batin yang kita peroleh. Mana foto sunrise nya mbak. Share doong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurang layak di posting foto sunrisenya mbak, pake kamera hp aja soalnya hehe

      Hapus
  5. Wuih keren memang jokka ke tempat ini.
    Beberapa travel sudah menawarkan promo tiket ke Bromo.
    Semoga tahun depan bisa menjejak ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      dari Bromo bisa merasakan kalau Indonesia itu Indah banget :)

      Hapus
  6. seru sekali pengalamannya. Bromo memang menaburkan kerinduan. Rasanya ingin kembali kesana menikmatinya kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bromo selalu memberikan kesan yang indah untuk dikenang hehe

      Hapus
  7. Saya daridulu kalo liat foto temen-temen yang pada ke bromo, jadi ikutan pengen kesana juga. Doain yah kak semoga kesampaian kesananya. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga segera kesampaian say... kalau dr Malang murah banget main ke bromo :)

      Hapus
  8. Suka sekali lihat fotobya di savana itu beratap langit beralas bebatuan. Traveling ke Bromo selalu menjadi idaman setiap orang. Sy suka traveling ke daerah yg hawanya dingin. Ditunggu cerita trip selanjutx

    BalasHapus
    Balasan
    1. main ke Bromo cocok banget kak abby, ala ala di luar negeri pake coat 😊

      Hapus
  9. Bromo, panorama, dan cerita-cerita masyarakat Tengger tidak pernah mati. Lucky you pernah menginjakkan kaki ke sana. Semoga impiannya ke Mahameru bisa segera terkabul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha Allah selanjutnya cerita pengalaman dari Mahameru kak :)

      Hapus
  10. Keren banget kak bisa sampai di sini. Saya belum bisa membayangkan apakah saya mampu seperti kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha Allah dimampukan say. bisa sama sahabat atau dengan pasangan nanti. Aamin :)

      Hapus
  11. Saya juga ingin sekali ke bromo bukan untuk sekedar gaya gayaan wisata ke sana. Karena untuk sampai ke sana memang effortnya luar biasa. Salut sama kita. Semoga saya suatu saat juga bisa ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke Bromo ada banyak pilihan paket tour, ada yang budget jadi cukup Effort dan ada pricey tp kita terima beres. namun apapun paketan tournya yang terpenting adalah Menikmatinya 😊

      Hapus
  12. Serunyaaaa

    Waktu lihat foto yang terakhir, saya amati baik-baik siapa tahu ada fotonya anakku di situ hehehe
    Soalnya dia juga pernah ke Bromo waktu belajar di Pare tahun lalu. Ternyata tidak ada hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kursus di Pare , main ke Bromo mmg wajib kak, selain murah , pemandangannya Masha Allah, spektakuler ...

      ini foto sudah lebih 3 tahun lalu kak hehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.